Rekam Jejak Pengabdian #TeamEnde

Kegiatan 6 Bulan Pengabdian Sebagai Pencerah Nusantara.

Backsound:
Light The Passion – Miss World 2008
Instrmental Indonesia Pusaka

Advertisements

Pengadaan Media Promosi Kesehatan – Baliho

Nur Akbar Bahar (Pemerhati Kesehatan – Epidemiology)

Kami sepenuhnya sadar bahwa untuk menanamkan perilaku baru kepada masyarakat, penyebarluasan informasi salah satunya harus didukung oleh media promosi. Ada total 10 desain baliho sebagai media promosi kesehatan yang didanai oleh BOK tahun 2013 Puskesmas Ahmad Yani. Tiap desa akan dipasang satu baliho dengan tema dan ciri khas masalah kesehatan di masing-masing desa.

  • Desa Rorurangga dengan Tema ASI Ekslusif.
    Desa ini adalah desa yang pertama didapati oleh pengunjung ketika menaiki kapal motor. Pencapaian ASI Eksklusif sudah cukup bagus. Berdasarkan SKRT yang kami lakukan Persentasi pemberian ASI Eksklusif sudah mencapai 69,4%. Ini berkaitan dengan visi kami ingin menjadikan kecamatan Pulau Ende sebagai kecamatan ASI Eksklusif.
    Gambar
    Fotografer dan Editor: N. Akbar Bahar
    Model: Salah satu ibu dan balita dari Desa Rendoraterua

    Continue reading

PENGEJAWANTAHAN DIRI: SEBUAH PEMBELAJARAN DARI LINI YANKES DASAR

Pemerhati Kesehatan (Epidemiologist) – Six Month on Duty

Adalah satu kebanggaan dapat bergabung dalam sebuah komunitas yang bersama di dalamnya kami memiliki mimpi dan harapan menjadikan Indonesia lebih sejahtera. Seperti namanya, kehadiran kami sebagai Tim Pencerah Nusantara di suatu komunitas diharapkan dapat mencerahkan, memberikan inspirasi, menularkan semangat ke sekitarnya untuk berinovasi bersama untuk kesejahteraan nusantara, terutama di bidang kesehatan yang merupakan hak asasi. Hak atas kesehatan ini bermakna bahwa pemerintah harus menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap individu untuk hidup sehat, dan ini berarti pemerintah harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang memadai dan pelayanan kesehatan yang terjangkau untuk semua. Sayangnya tidak semua di antara kita penduduk Indonesia yang dapat mengakses pelayanan kesehatan dengan baik dengan berbagai alasan, dimulai dari paradigma sehat yang dimiliki seseorang hingga pada alasan kondisi ekonomi dan geografis.

Ditempatkan di pulau terluar Indonesia, merupakan tantangan bagi kami. Kabupaten Ende di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini menjadi salah satu lokasi penugasan Tim Pencerah Nusantara. Nusa Tenggara Timur yang masih bercirikan status kesehatan masyarakat yang masih rendah di antara provinsi lainnya di Indonesia, terutama masalah kesehatan ibu dan anak dan akses air bersih. Sebuah kecamatan yang terletak di sebuah pulau indah bernama Nusa Ende, tempat kami mengabdikan diri selama setahun. Akses ke tempat ini pun cukup challenging karena harus mengarungi Laut Sawu terlebih dahulu. Pertanyaan yang pertama muncul di benak saya adalah, bagaimana kondisi kesehatan masyarakat untuk daerah kepulauan? Let our See!

Continue reading

HARAPAN SEDERHANA (AKAN SEGERA) MENEMUI TAKDIR, SEMOGA!

Nurul Widiyastuti (Ners) – Six Month on Duty

Menjadi bagian dalam Program Pencerah Nusantara merupakan suatu berkah tersendiri. Yakin saya saat pengumuman lolos seleksi tahap pertama hingga Direct Assessment saat itu adalah saya akan belajar banyak, bermanfaat lebih banyak, dan mendapat keluarga baru. Hingga hadirlah surat perjanjian yang menyatakan bahwa saya akan ditempatkan di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berkaca dari beberapa informasi media massa bahwa Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tinggi angka balita gizi kurang dan gizi buruk nya, membuat saya terbersit “susah makan apa makan nya susah ?” dua kata tadi meski hanya beda tempat , namun memiliki arti yang berbeda. Susah makan berarti memang akses untuk memperoleh makanan susah, bisa jadi karena ada gagal panen karena kekeringan atau kemampuan membeli bahan makanan masyarakat kurang. Sedang makannya susah berarti bahwa ada kondisi yang membuat balita menjadi susah makan, karena sakit misalnya. Terlepas dari itu semua rupanya saat awal menjejakkan kaki di pasir pantai Pulau Ende, disambut dengan suhu udara yang melebihi panas Jakarta. Seharusnya dari awal pelatihan sudah dibiasakan dengan suhu udara diatas 30 0C ini. Well, here we are ! Ende Island ! .

Continue reading

MEMBERIKAN KEPASTIAN

Indria Suciyati (Bidan) – Six Month on Duty

KESEHATAN NUSA TENGGARA TIMUR DAN PULAU ENDE

Puskesmas Ahmad Yani Kecamatan Pulau Ende adalah salah satu puskesmas terpilih dari 7 lokasi di seluruh Indonesia oleh Pencerah Nusantara. Dan hingga saat ini sudah lima bulan kami bernaung. Sudah banyak hal yang dijalani, sudah banyak hal yang terjadi terlebih untuk saya pribadi ini adalah suatu pengalaman yang luar biasa. Bergabung  dengan Tim Pencerah Nusantara yang terdiri dari beberapa profesi dan bidang masing-masing yang punya attitude baik dan selalu berinisiatif menumbuhkan semangat dan prestasi baru untuk Pulau Ende, walaupun kadang kala masih ditemukan perbedaan pendapat namun itu semua adalah wajar. Hal kecil sangatlah penting untuk mempersatukan pendapat kita dengan segala macam perbedaan kami masih bisa untuk bekerja sama mewujudkan sesuatu yang lebih baik lagi dan berguna untuk masyarakat.

Suatu perhargaan dan prestasi yang cukup besar bagi masyarakat pulau Ende sebagai kecamatan yang bebas BAB sembarangan. Bahwa pola hidup bersih dan sehat sudah cukup dilakukan oleh masyarakat di pulau ini. Sehingga kami tim pencerah nusantara akan terus berupaya untuk mendorong dan mengupayakan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan. Oleh karena itu demi terwujudnya program pencerah nusantara ini, kami tentunya sangat membutuhkan juga dorongan, kerja sama dan juga peran serta masyarakat demi keberhasilan program ini.

Continue reading

MIMPI ITU SEMAKIN NYATA

Harika Putra (Dokter) – Six Month on Duty

Kesehatan Nusa Tenggara Timur dan Pulau Ende

Berbicara tentang Nusa Tenggara Timur mungkin kita dihadapkan kepada masalah yang begitu kompleks. Provinsi ini selalu identik dengan ketertinggalan dan keterbelakangan. Hal ini memang tidak bisa kita pungkiri, hampir 68 tahun Indonesia telah merdeka dari penjajahan asing, sekarang dihadapkan dengan penjajahan dari keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan. Pulau Ende sebagai salah satu di antara banyak daerah kepulauan di NTT juga memiliki masalah yang hampir sama dengan daerah lainnya. Ketersediaan listrik 24 jam, ketersediaan air bersih, pelayanan kesehatan yang mumpuni, dan berbagai permasalahan kesehatan lainnya yang menyangkut kesehatan masyarakat masih menjadi permasalahan genting. Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) yang diadakan oleh Program Pencerah Nusantara Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (KUKPRI-MDGs) ada beberapa permasalahan yang ditemukan, diantaranya prevalensi gizi burkur (buruk kurang) sebesar 23,7 %, masih tingginya kasus Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) 11,8 %, rendahnya cakupan asi ekslusif  (31,6 %), rendahnya pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (53,8 %) dan banyak lagi permasalahan kesehatan yang ditemukan.

Continue reading

Semarak Peringatan Hari Kesehatan Sedunia Tahun 2013 di Nusa Ende

Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia WHO tahun 2011 ada satu milyar orang di dunia menderita hipertensi dan 2/3 diantaranya berada di negara berkembang yang berpenghasilan rendah-sedang. Prevalensi hipertensi diperkirakan akan terus meningkat, dan diprediksi pada tahun 2025 sebanyak 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi, sedangkan di Indonesia angkanya mencapai 31,7%. Hipertensi dikenal dengan tekanan darah tinggi dan sering disebut sebagai “sillent killer” karena terjadi tanpa tanda dan gejala, sehingga penderita tidak mengetahui jika dirinya terkena hipertensi, dari hasil penelitian mengungkapkan sebanyak 76,1 % tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi.

Peringatan Hari Kesehatan Sedunia tahun 2013 mengusung tema “Waspadai Hipertensi, Kendalikan Tekanan Darah” (“Blood Pressure Take Control”). Melalui tema Waspadai Hipertensi diharapkan kita semua akan lebih memperhatikan dampak dan tantangan kesehatan masyarakat akibat hipertensi. Hipertensi pada dasarnya dapat dicegah dan diobati. Pencegahan dapat dilakukan melalui perilaku hidup sehat seperti rajin melakukan aktivitas fisik, diet seimbang dan mengurangi asupan garam. Selain itu sekalipun hipertensi tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat dideteksi dengan melakukan pengukuran tekanan darah.

Continue reading