Kader Posyandu, Sahabat Pro Kesehatan Ibu dan Anak

Tulisan ini merupakan sepenggal refleksi saya atas semangat serta dedikasi tinggi kader-kader Posyandu di Kecamatan Pulau Ende. Baru 2 bulan saya mencoba mengenal lebih dekat para kader Posyandu, turun langsung ke Posyandu di 9 desa. Sebagai tenaga kesehatan yang mewakili Puskesmas Achmad Yani, saya melihat secara langsung bagaimana mereka berjuang melaksanakan kegiatan Posyandu secara rutin meskipun terkendala oleh berbagai keterbatasan. Kemauan untuk bertahan para kader Posyandu ini ternyata mampu membangkitkan antusiasme saya secara pribadi untuk terus berusaha menggali akar persoalan kesehatan komunitas di Pulau Ende.

Mama, adalah panggilan saya untuk mayoritas kader Posyandu yang telah saya kenal. Panggilan ini saya gunakan karena memang kader-kader Posyandu di Pulau Ende mayoritas merupakan ibu yang sudah berumah tangga yang bersedia membagi waktunya untuk melaksanakan kegiatan rutin Posyandu. Kader-kader dengan usia yang lebih muda jumlahnya jauh lebih sedikit dikarenakan kurangnya minat kaum muda untuk turut berkontribusi dalam kegiatan Posyandu, mereka lebih memilih mengikuti kegiatan lain dikarenakan ketidakmauan menjalankan tugas kader Posyandu yang dirasa berat tanpa mendapatkan imbalan yang setimpal.

“ Hati memiliki akal sendiri yang tidak dikenal oleh akal” kiranya kalimat ini yang dapat mewakili ketulusan kader Posyandu dalam menjalankan tugasnya, meskipun tidak mendapatkan imbalan yang setimpal. Bertahan ditengah masyarakat yang cenderung “tidak mau tahu” terhadap perkembangan Posyandu, kader-kader ini tetap berusaha menjalankan kegiatan rutin Posyandu dengan sepenuh hati. Adalah kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak di sekitar tempat tinggal mereka dan keinginan memberikan pelayanan Posyandu secara rutin meskipun dengan kondisi yang jauh dari ideal menjadi dasar panggilan, penghayatan dan pengamalan amanat sebagai kader Posyandu yang tetap dipegang oleh mayoritas kader Posyandu di Pulau Ende.

“ Kami hanya mampu mengisi kegiatan Posyandu dengan timbang berat badan saja tiap bulan, makanan tambahan berupa bubur kacang hijau pun tidak bisa diberikan secara gratis karena tidak ada dana khusus dari desa untuk pemberian makanan tambahan gratis. Kader-kader baru di desa kami juga belum pernah mendapatkan pelatihan sama sekali” Seperti itulah kira-kira pernyataan yang disampaikan mama Diana salah satu kader Posyandu Ndoriwoy 2 saat mendatangi tim Pencerah Nusantara di Posyandu Ndoriwoy 3.

Dalam pelaksanaan tugas saya sebagai Pencerah Nusantara saya semakin banyak terlibat dalam kegiatan monitoring dan evaluasi kegiatan Posyandu, baik yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ende maupun yang tim Pencerah Nusantara laksanakan sendiri. Senada dengan pernyataan mama Diana, dari kegiatan monitoring dan evaluasi ini saya mendapatkan banyak kendala yang dihadapi kader Posyandu mulai dari kendala sarana prasarana sampai seringnya kader yang drop out sehingga sistem 5 meja Posyandu tidak dapat berjalan sesuai dengan standar.

Kader merupakan tokoh utama penggerak pelaksanaan Posyandu. Oleh karena itu, pembinaan secara berkelanjutan terkait kemampuan dan ketrampilan kader untuk melaksanakan kegiatan rutin di Posyandu maupun diluar hari buka Posyandu merupakan hal yang wajib diupayakan oleh masyarakat pada umumnya dan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan Posyandu pada khususnya guna menjaga fungsi Posyandu sebagai Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang mampu menjadi salah satu upaya kesehatan lini pertama dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Tulisan ini menunjukkan bahwa masih banyak persoalan terkait pelayanan komunitas di Indonesia. Kehadiran kader-kader Posyandu yang sukarela bekerja membantu memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat, seharusnya patut mendapatkan perhatian berbagai pihak. Selain itu, telah banyak kader Posyandu yang mampu membuktikan kerja nyatanya dalam menerapkan prinsip-prinsip pelayanan kepada masyarakat dan berkontribusi aktif mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkeadilan untuk semua.

Bersama kader-kader Posyandu Dusun Tanjung setelah melakukan sweeping imunisasi balita

Tim Pencerah Nusantara bersama kader-kader Posyandu Dusun Tanjung setelah melakukan sweeping imunisasi balita

Kader Dusun Kemo memberikan penyuluhan gizi di meja 4 Posyandu

Kader Dusun Kemo memberikan penyuluhan gizi di meja 4 Posyandu

Pulau Ende, 13 Nopember 2014

Oleh: Bd. Mega Faridatun Nisak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s