Bupati Ende: Komitmen Bersama Peduli Perokok Pasif “Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia”

Bebas dari polusi udara adalah impian setiap orang yang bernyawa. Salah satu implementasinya adalah udara bebas dari asap rokok. Tidak perlu ditanya lagi apa efek rokok bagi ekonomi, kesehatan, dan sosial. Telah banyak penelitian yang mengangkat topik tersebut dan sudah banyak warga Indonesia yang mulai sadar terhadap dampak negatif rokok dan asapnya.

Kita semua tahu bahwa perokok memiliki resiko tinggi mengidap berbagai penyakit yang diakibatkan rokok. Namun, yang lebih menghawatirkan adalah orang yang berada di sekitar perokok yang menghisap asap rokok (baca: prokok pasif).  Memang benar, perokok pasif tidak mengeluarkan uang untuk menghisap asap rokok, mereka secara Cuma-Cuma menghirup asap rokok beracun itu. Tapi tahukan anda bahwa mereka, perokok pasif, memiliki resiko lebih tinggi dari perokok aktif dalam kaitannya menderita penyakit yang akan menyerang perokok pasif.

Mereka, perokok pasif, beresiko 4 kali lebih besar mendapatkan serangan jantung, beresiko 14 kali lebih besar menderita kanker paru, kanker mulut, dan kanker tenggorokan. Wanita hamil yang menghisap asap rokok berpotensi melahirkan bayi prematur, berat badan lahir rendah, dan kematian bayi. Asap rokok memiliki 2 kali konsentrasi nikotin dan tar, 3 kali jumlah zat karsinogenik, 5 kali kadar karbonmonoksida dan 50 kali jumlah amonia pada rokok (BPOM RI).

Kita harus tahu bahwa 85% orang Indonesia terpapar asap rokok di dalam rumah, 78% di tempat makan, dan 75% di tempat kerja (KEMKES). Beberapa waktu lalu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan iklan layanan masyarakat yang secara khusus diciptakan dalam rangka menekan angka perokok aktif dan meningkatkan kepedulian terhadap perokok pasif.

Menjawab tantangan dan mendukung program Kementerian Kesehatan RI, Bupati Kabupaten Ende (Ir. Marcelinus Y.W. Pettu) menandatangani Spanduk Komitmen Peduli Perokok Pasif. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari sabtu, 30 Mei 2015 dalam rangka Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat dan menyongsong Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia 31 Mei 2015. Kegiatan ini diinisiasi oleh Pencerah Nusantara Pulau Ende bekerjasama dengan kegiatan BBGRM Kab. Ende dengan dihadiri oleh seluruh camat & SKPD di Kab. Ende. Prosesi tersebut berlangsung di Pulau Ende, yang merupakan satu-satunya wilayah kecamatan di Nusa Tenggara Timur yang memiliki peraturan SK Camat tentang Kawasan Tanpa Rokok. Tidak hanya Bupati, ikut serta dalam penandatanganan tersebut adalah Wakil Bupati Ende (Drs. H. Djafar, M.M.) , Anggota DPRD Kabupaten Ende (Hamsi Said, S.Pd.), Camat Pulau Ende (Usman Husen, SH.), dan perwakilan tokok pemuda, tokoh wanita, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap perokok pasif.

Jpeg

Bupati Kab. Ende Menandatangani Komitmen Peduli Perokok Pasif

Jpeg

Anggota DPRD Menandatangani Komitmen Peduli Perokok Pasif

Jpeg

Camat Pulau Ende Menandatangani Komitmen Peduli Perokok Pasif

Penandatangan ini secara otomatis diikuti oleh kompensasinya berupa menghargai perokok pasif dengan tidak merokok sembarangan yang menyebabkan orang lain menghirup asap rokok perokok aktif. Seperti yang telah dimulai di Pulau Ende, perokok aktif tidak diperbolehkan merokok di tempat-tempat umum seperti, sekolah, puskesmas, pustu, masjid, mushala, kapal motor, posyandu, tempat hajatan, tempat anak bermain, dan di rumah terutama dekat anak-anak dan ibu hamil.

Kegiatan tersebut dilengkapi dengan pameran poster peduli perokok pasif, dan dokumentasi kegiatan implementasi KTR di Pulau Ende. Prosesi ini semata-mata bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan animo pemerintah dan masyarakat untuk Peduli Perokok Pasif yang selama ini menjadi korban takbersalah dari perokok aktif. Harapannya semoga masyarakat Indonesia, pada khususnya masyarakat Ende & Pulau Ende semakin sadar bahwa merokok adalah sesuatu yang penuh kemudharatan dan pastinya perokok aktif semakin bijak dalam berperilaku (baca: merokok).

7 KTR Map copy

Adzkarul Khaq (MS) ][ Pencerah Nusantara Pulau Ende.

Advertisements

Yuk, Belajar Makan Makanan yang Aman !

Anak sekolah identik dengan jajan. Jajanan telah menjadi bagian hidup yang tidak bisa dipisahkan dari anak sekolah. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Populasi terbesar berada ditingkat SD sebanyak 18.000 sekolah yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Jajanan dapat ditemui di kantin sekolah, penjaja makanan keliling, maupun pedagang kaki lima yang setia menjajakan di depan sekolah.

Pertanyaan yang muncul sekarang ialah “Apakah makanan jajanan tersebut aman dan menyehatkan jika dikonsumsi anak?”

Belum tentu. Berdasarkan data Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang dilakukan terhadap pangan jajanan anak sekolah pada tahun 2009 diketahui hanya sebesar 57,36% yang memenuhi syarat keamanan pangan sekolah. Sisanya, tidak memenuhi syarat dikarenakan mengandung bahaya makanan (biologi, kimia, dan benda asing).

Upaya yang dilakukan untuk mengatasi fenomena tersebut, BPOM menginisiasi adanya Aksi Nasional Pangan Jajanan Anak Sekolah (AN-PJAS) melalui pencanangan oleh Bapak Wakil Presiden RI pada tanggal 31 Januari 2011. Sejak pencanangannya, sebanyak 16.993 sekolah dari 18.00 sekolah di Indonesia telah mendapat intervensi sampai akhir tahun 2014. Intervensi yang dilakukan meliputi pengawasan, pembinaan, dan pengawalan. Salah satu outputnya ialah dengan adanya Tim Keamanan Pangan Sekolah (Tim KPS) yang terdiri dari kepala sekolah, guru UKS, dan siswa. Pencapaian intervensi sampai dengan tahun 2014 menunjukkan tren peningkatan signifikan yaitu 80,79% pangan jajanan yang memenuhi syarat keamanan pangan.

Salah satu wilayah yang belum mendapat intervensi AN-PJAS ialah Kecamatan Pulau Ende, yang masuk dalam wilayah DTPK (Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan). Pulau Ende memiliki 8 SD yang tersebar di 9 Desa. Namun, belum satu pun sekolah yang mendapat intervensi. Sebagai wujud partisipasi aktif masyarakat, Pencerah Nusantara angkatan 3 menginisiasi kegiatan untuk mensosialisasikan Keamanan Pangan Jajanan di Sekolah melalui metode penyuluhan kelompok.

Penyuluhan dibagi ke dalam dua periode. Periode satu sebanyak 4 sekolah yaitu SDI Rendomaupandi, MIS Nurul Ummah Pulau Ende, SDI Metinumba 2, dan SDI Metinumba 1. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8-13 Mei 2015.

Sosialisasi 5 Kunci Keamanan Pangan Jajanan Sekolah di SDI Rendomaupandi

Sosialisasi 5 Kunci Keamanan Pangan Jajanan Sekolah di SDI Rendomaupandi

Sosialisasi di MIS Nurul Ummah Pulau Ende

Sosialisasi di MIS Nurul Ummah Pulau Ende

Materi keamanan pangan jajanan sekolah yang disampaikan menekankan pada pentingnya mengetahui 5 Kunci Keamanan Pangan Jajanan di Sekolah. Materi juga meliputi jenis-jenis pangan jajanan sekolah, syarat makanan aman, hingga bahaya-bahaya pada makanan.

Kami memulai materi dengan pertanyaan pemicu:

“Siapa di sini yang suka jajan? Ayo, angkat tangannya !”

Ya, seperti dugaan semua anak tanpa terkecuali mengangkat tangannya.

Pemicuan dilanjutkan dengan pertanyaan:

“Siapa di sini yang tahu syarat makanan yang aman?”

Nah, kalau ini sejenak mereka hening dan berpandangan satu sama lain sambil berbisik seolah tahu jawabannya. Kami pun mencoba memicu mereka untuk mencoba menjawab. Satu per satu jawaban pun muncul.

Mari sedikit kita bahas materi keamanan pangan !

Media edukasi Keamanan Pangan Jajanan di Sekolah

Media edukasi Keamanan Pangan Jajanan di Sekolah

Keamanan pangan ialah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia (BPOM RI). Syarat makanan yang aman ialah yang terbebas dari bahaya pangan, yaitu bahaya biologi, kimia, dan fisik (benda asing).

5 Kunci Keamanan Pangan Jajanan di Sekolah yang patut dipahami oleh tiap anak sekolah yang dipublikasikan oleh BPOM ialah sebagai berikut :

  • Kunci 1 : Kenali pangan yang aman
  • Kunci 2: Beli pangan yang aman
  • Kunci 3: Baca label dengan seksama
  • Kunci 4: Jaga kebersihan
  • Kunci 5: Catat apa yang ditemui

Setelah materi disampaikan, kami melanjutkan dengan sesi kuis berhadiah. Sebanyak 7 hadiah disiapkan bagi siswa yang bisa menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan. Mereka sangat antusias dan tidak sabar menjawab.

Yeay, saatnya pembagian hadiah !

Yeay, saatnya pembagian hadiah ! Selamat ya, Dek !

Kami selalu percaya kalau sehat itu berawal dari makanan yang kita konsumsi. Makanan yang sehat harus aman, bergizi, dan beragam.

Jadilah konsumen yang cerdas dan cermat.

Yuk, makan makanan yang aman !!

Salam Sehat, Sehat Luar Biasa !

Sekarang kami tahu dan pilih makanan yang aman ! Hore~~

Sekarang kami tahu dan pilih makanan yang aman ! Hore~~

Oleh: Ns. Nikita Dewayani