Posbindu Lansia: Upaya Mewujudkan Masa Tua Sehat, Mandiri, dan Sejahtera

Keberhasilan Pembangunan Nasional memberikan dampak meningkatnya Umur Harapan Hidup (UHH) yaitu dari 68,6 tahun 2004 menjadi 70,6 pada tahun 2009. Meningkatnya UHH menyebabkan peningkatan jumlah lanjut usia, dimana pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 28,8 juta jiwa. Besarnya populasi lanjut usia serta pertumbuhan yang sangat cepat juga menimbulkan berbagai permasalahan, sehingga lanjut usia perlu mendapatkan perhatian yang serius dari semua sektor untuk upaya peningkatan kesejahteraan lanjut usia. Salah satu bentuk perhatian yang serius terhadap lanjut usia adalah terlaksananya pelayanan pada lanjut usia melalui kelompok (posyandu) lanjut usia yang melibatkan semua lintas sektor terkait, swasta, LSM dan masyarakat.

???????????????????????????????

perjalanan menuju lokasi posbindu lansia

Dengan proporsi lansia sebesar 27,9% di Kecamatan Pulau Ende tentu ini akan menimbulkan permasalahan besar apabila usia lansia tidak mendapatkan perhatian, apalagi dengan perubahan dan pergeseran kasus dimana dalam beberapa tahun terakhir ini penyakit-penyakit degeneratif meningkat dibandingkan dengan penyakit menular. Harapannya, program pembinaan pos terpadu (posbindu) ini yang telah menjadi kegiatan rutin puskesmas Ahmad Yani Pulau Ende dapat menjadi wadah bagi lansia sehingga lansia tidak hanya menjadi beban dan menimbulkan ketergantungan mereka terhadap keluarga dan bisa melaksanakan aktifitas sehari-hari mereka dengan baik. Selain itu, dengan sistem Posbindu lansia yang dilakukan dengan mengunjungi desa-desa diharapkan dapat membantu lansia memperoleh akses pelayanan kesehatan, terutama bagi lansia yang tinggal jauh dari tempat pelayanan kesehatan.

???????????????????????????????

tampak petugas puskesmas sedang memberikan penyuluhan

Pencerah Nusantara bekerjasama dengan Puskesmas Achmad Yani untuk melaksanakan Posbindu ini. Kegiatan yang dilakukan di Posbindu diantaranya penimbangan berat bada, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, konsultasi kesehatan, dan pengobatan. Sebelum pengobatan, para lansia diberikan penyuluhan kesehatan. Hal ini diharapkan para lansia mendapatkan pengetahuan tentang penyakit yang sering terjadi pada lansia sehingga dapat mencegah terjadi, mendeteksi dan menatalaksana secara dini. Penyuluhan biasanya disampaikan oleh tenaga kesehatan. Bahasa yang digunakan pada penyuluhan sebagian besar adalah Bahasa Ende, mengingat para lansia lebih mudah memahami bahasa daerah dibandingkan bahasa Indonesia. Materi posbindu yang telah diberikan yaitu hipertensi, malaria, gout artritis (asam urat) dan tuberculosis. Pemilihan materi penyuluhan ini berdasarkan penyakit yang banyak terdapat pada lansia dan masyarakat.

konsultasi kesehatan

pasien sedang berkosultasi mengenai kesehatanya

Selama masa bakti Pencerah Nusantara angkatan II pelaksanaan Posbindu telah dilaksanakan sebanyak lima kali, yaitu pada bulan November 2013, Januari, Maret, Mei ,dan pada bulan September 2014. Pelaksanaan Posbindu Lansia ini diharapkan menjadi salah satu upaya mewujudkan lansia sehat, mandiri, dan sejahtera di lingkup Kecamatan Pulau Ende.

Oleh: dr. Sri Putri Nesia & Ns. Dewi Seftiani

Advertisements

Pendakian Puncak Tertinggi Pulau Ende, Amborambotu

encana mendaki puncak tertinggi Pulau Ende, Amborambotu telah diwacanakan bersama Komunitas Remaja Kreatif (KOREK) Pulau Ende. Pendakian ini memiliki misi melatih remaja tersebut untuk membentuk suatu kepanitian, melaksanakan suatu kegiatan yang dimotori oleh merka sendiri, menampilkan kreativitas, dan bagi Tim Pencerah Nusantara II ini merupakan calon pengalaman pertama dalam menaklukan puncak tertinggi Pulau ende

seluruh pendaki

we are ready to goooooo ^_^
Surat izin ke orang tua telah dilayangkan, tak disangka antusias beberapa orang tua sangat positif sehingga beberapa memutuskan untuk bergabung dalam pendakian ini. Tanpa ingin berprasangka, mungkin selain ingin menyaksikan penampilan putra-putri mereka, kelompok orang tua yang mengikuti pendakian ini juga memiliki misi tersendiri karena konon tersiar kabar bahwa puncak ini dianggap keramat bagi masyarakat setempat. Tempat yang dianggap ‘paket kilat dan tepat’ dalam mengantarkan doa dan permintaan, wallahu’alam. Tapi dalam pendakian ini tim PN dan KOREK tidak membawa misi itu.
Persiapan demi persiapan dilakukan, setiap individu telah mempersiapkan diri untuk melakukan pendakian dan memberikan penampilan ketika sampai di puncak. Dan kini tiba hari H pemberangkatan, peserta berkumpul pukul 05.30, perjalanan dimulai pukul 06.00 setelah pemanasan dan doa bersama. Perjalanan dimulai, semua senang, cerah ceria, beberapa moment mulai diabadikan melalui jepretan kamera-kamera handphone. Tak disangka ternyata medan yang ditempuh cukup berat, ditambah kondisi beberapa orang yang kurang fit. Wajah-wajah ceria mulai ditambah dengan lekukan, senyuman yang sebelumnya diumbar mulai berkurang, keringat bercucuran, dan nafas ngos-ngosan. Mulai terdengar bisik-bisik keluhan, pernyataan tak sanggup, tapi tak sedikit pula yang masih amat sangat bersemangat untuk mencapai puncak, menganggap sudah kepalang tanggung kalau hanya berhenti di tengah-tengah dan tidak mencapai tujuan. Naahhhhh… saat itu tim pendaki dihadapkan pada pilihan, antara maju terus atau cukup sampai disini saja. Beberapa opsi diajukan, terpilihlah untuk melakukan pemberhentian di suatu dataran tanpa harus mencapai puncak karena melihat kondisi pada saat itu.
???????????????????????????????

peserta beristirahat sejenak
Perjalanan dilanjutkan sampai di dataran terdekat. Tetapi setelah mencapai dataran tersebut dilakukan penguatan antar peserta pendakian bahwa kami sanggup mencapai puncak walaupun dengan jalan perlahan. Tanpa disangka para jiwa-jiwa muda belia ini masih ingin melanjutkan perjalanan menuju puncak, didukung oleh berberapa tetua yang menganggap mencapai puncak merupakan suatu hal yang penting. Setelah diskusi dan melihat kondisi tiap orang serta mempertimbangkan medan yang akan ditempuh tidak begitu jauh lagi, maka diputuskan untuk melanjutkan perjalanan sampai ke puncak. Pada akhirnya kami berhasil menginjakkan kaki di puncak tertinggi Pulau Ende.
Perjuangan dan lelah terbayar dengan kebahagian menyaksikan alam ciptaan Tuhan, wajah-wajah lesu kembali ceria. Rangkaian kegiatan pun berlangsung lancar, seperti sharing antara KOREK dan PN serta Puskesmas A. Yani, penampilan kreativitas, penyematan pin KOREK, makan bersama, dan foto-foto. Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari perjalanan ini, bahwa kemauan, tekad yang kuat, serta saling mendukung mampu menaklukan rasa lelah dan rintangan. Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan berhasil!
sharing dan makan bersama

sharing moment, sebagai wadah kita saling bertukar pendapat dan berbagi pengalaman
perjalanan pulang dari Amborambotu

lets go home swet home
@uchu_sefti

Peringatan Hari Air Sedunia dan GIzi Nasional

Air merupakan salah satu komponen gizi yang penting untuk tubuh tapi sering diabaikan.Selain air bersih, permasalahan gizi di Indonesia juga masih menjadi sorotan, terutama masalah gizi pada balita. Masalah gizi buruk masih menjadi sorotan karena merupakan salah satu poin Millenium Development Goals yaitu poin nomor satu (Menurunkan Kemiskinan dan Kelaparan) serta secara tidak langsung berhubungan dengan poin nomor empat (Menurunkan Angka Kematian Balita). Pulau Ende yang merupakan salah satu kecamatan di Provinsi NTT masih terdapat balita yang mengalami status gizi buruk. Selain masalah gizi, permasalahan yang kerap terjadi di Pulau Ende yaitu masyarakat masih menjadikan laut sebagai tempat akhir pembuangan sampah.Dampak yang dirasakan adalah berkurangnya hasil tangkapan laut serta sulitnya mendapatkan air bersih yang tentunya memiliki dampak jangka panjang terhadap derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Gambarsalah satu karya masyarakat Pulau Ende dalam mendukung upaya mewujudkan pulau ende sehat 2015

Kami merasa kesadaran masyarakat tentang menjaga kelestarian air dan kecukupan gizi merupakan hal yang penting untuk kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera.Oleh karena itu, bertepatan dengan Hari Air Sedunia dan memperingati Hari Gizi Nasional Pencerah Nusantara bersama dengan Mercy Corps Indonesia mengadakan kegiatan yang terdiri dari berbagai lomba dan ceremonial di Pulau Ende. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara bersamaan karena melihat adanya hubungan anatara masalah air dan masalah gizi di Pulau Ende. Kegiatan dilaksanakan tanggal 18-23 Maret 2014 dengan tema “Menjaga Kelestarian Air, Menjamin Kecukupan Gizi, Menuju Pulau Ende Sehat 2015”. Adapun rangkaian kegiatan tersebut meliputi lomba balita sehat, lomba deklamasi puisi, lomba posyandu, lomba dayung, dan lomba cuci tangan pakai sabun. Kegiatan ini melibatkan seluruh kalangan masyarakat, mulai dari balita, anak-anak, remaja, serta orang dewasa.

Camera 360Lomba CTPS untuk anak TK seKecamatan Pulau Ende, hidup sehat berawal dari tangan yang sehat

Lomba Balita Sehat merupakan kompetisi untuk mencari balita yang memenuhi kriteria sebagai balitapaling sehat se-Kecamatan Pulau Ende. Kriteria penilaian lomba terdiri dari pengukuran antropometri, wawancara orang tua balita, dan pengujian perkembangan psikologis. Pada saat mengikuti lomba, balita-balita ini menunjukkan tingkah polah yang berbeda, ada yang begitu senang di foto pada sesi registrasi dan pemotretan, bergaya layaknya model, penyanyi, begitu bersemangat saat penilaian psikologis sampa-sampai sulit dihentikan dalam melakukan permainan, namun ada juga yang tiba-tiba menangis, mengantuk, dan tidak bersemangat saat penilaian. Lomba posyandu dilaksanakan untuk mencari posyandu yang paling tepat dalam menjalankan fungsi yang berfokus pada lima program posyandu. Peserta lomba yaitu seluruh posyandu se-Kecamatan Pulau Ende. Penilaian lomba ini meliputi aspek sumber daya, proses, tujuan dan pengembangan program. Dewan juri dan panitia melakukan penilaian ke posyandu-posyandu secara marathon. Posyandu yang meraih juara I akan dibina oleh Puskesmas Achmad Yani sebagai posyandu model.

balita sehat 1LOmba Balita Sehat, Balita sehat masa depan ende yang sehat

Bagi siswa-siswi SD-SMA diadakan lomba deklamasi puisi dengan tema ‘Air dan Kehidupan’. Peserta lomba diharapkan dapat mengembangkan kreativitas serta bakat yang dimiliki. Kostum yang digunakan peserta pada saat lomba cukup beragam, ada yang menggunakan pakaian adat, pakaian formal, ada yang berpuisi diiringi musik, membawakan sebuah puisi dengan penuh penghayatan dan gerakan yang indah. Tak jarang beberapa peserta membuat suasana menjadi haru, membuat penonton dan juri merinding dan terpesona. Lomba cuci tangan pakai sabun merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menyosialisasikan cuci tangan pakai sabun di kalangan siswa TK. Pada saat lomba berlangsung para penonton dan supporter yang terdiri dari guru pendamping, orang tua, keluarga, dan masyarakat sekitar terlihat begitu bersemangat, sehingga memenuhi tempat pelaksanaan. Sebagian besar peserta sudah berani tampil di hadapan umum dan melakukan gerakan CTPS dengan tepat serta kompak, pada saat senam sebagian peserta putri melakukan gerakan dengan luwes, lincah, semangat, dan penuh senyuman sehingga terlihat begitu menggemaskan.

Lomba terakhir adalah lomba dayung yang dilaksanakan di pinggir pantai Laut Sawu (sekitar Dermaga Pulau Ende). Lomba ini dilaksanakan tepat pada hari puncak peringatan hari air sedunia dan hari gizi nasional. Pada saat lomba dayung suasana dermaga Pulau Ende terasa begitu meriah, antusias peserta, penonton, supporter dari masing-masing tim begitu bergejolak. Terdapat 30 sampan yang mengikuti lomba ini yang merupakan perwakilan dari tiap desa. Barisan sampan yang didayung dengan penuh semangat terlihat berwarna-warni dan indah disambut oleh sorak-sorai dari para penonton yang menggema di udara. Pemenang lomba dayung terdiri dari 2 kategori yaitu peserta yang mencapai garis finish tercepat serta peserta dengan sampan terindah dan terkreatif sebagai juara favorit.

???????????????????????????????Masyarakat pulau ende membanjiri dermaga pulau ende untuk menyaksikan lomba dayung sampan

Rangkaian kegiatan puncak peringatan Hari Air Sedunia dipusatkan di dermaga Pulau Ende meliputi senam SKJ, gerakan konsumsi sayur dan air putih massal, lomba dayung, dan pembagian hadiah pemenang lomba yang telah dilaksanakan hari sebelumnya.. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk menyosialisasikan dan memotivasi masyarakat Pulau Ende, khususnya anak sekolah untuk mengonsumsi sayur dan air putih yang telah dimasak dalam menu makan sehari-hari.Dalam kegiatan tersebut juga diselipkan pesan-pesan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehtaan Puskesmas. Rangkaian kegiatan ini melibatkan banyak pihak, baik sebagai panitia, juri, dan membantu segala hal demi kelancaran acara. Pihak yang terlibat diantaranya Dinas Kesehatan,Puskesmas Achmad Yani, BAPEDDA, BPMPD, HAKLI, Kec. Pulau Ende, Kepolisian setempat, Pengajar SM3T, Kelompok kerja (Pokja) dan Duta Sanitasi Pulau Ende.

GambarKegiatan Senam Massal dalam peringatan hari Air dan Gizi Nasional Pulau Ende

SEKARANG KOREK PUNYA LOGO BARU NIH…. DAN PASTINYA MENERIMA ANGGOTA BARU JUGA.. MARI BERGABUNG..

PIN KOREKAlhamdullilah sekarang kita punya logo baru,,  gimana teman – teman ? bagus kan..? pastinya donk,,  gimana kabar teman – teman pencerah disana? semoga sehat selalu ya….  hmmm  sebentar lagi kita bakal menyambut puasa lho,,  sudah punya kegiatan belum ?  kalau belum ayuuuk ikutan gabung bersama kita untuk bersama – sama menjadi komunitas remaja kreatif pulau ende.. komunitas yang bersatu bersama untuk membangun pulau ende melalui pembinaan remaja terbaik pulau ende.  disini kita akan sama – sama belajar arti kepedulian dan saling berbagi berbagai macam pengetahuan mulai dari kesehatan dan bahkan bagaiman memaknai arti hidup dan merajut mimpi , khususnya mimpi kita bersama mewujudkan Pulau Ende Sehat 2015. ayo tunggu apalagi ayuk gabung bersama kita..Pendaftaran dimulai dari tanggal 19 Juni – 25 juni ini.. Mari bersama menuju mimpi untuk Pulau Ende yang lebih Baik. 

PELATIHAN DUTA SANITASI DAN KESEHATAN TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-PULAU ENDE

layer finish backdrop

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu modal pembangunan nasional adalah sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas baik secara fisik, mental, dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal. Untuk itu diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus menerus dimulai dari sejak dalam kandungan, usia balita, usia sekolah, sampai usia lanjut. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan disebutkan bahwa sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Sebagai implementasi Undang-Undang tersebut, di Indonesia upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dilakukan melalui penerapan promosi kesehatan di sekolah sejak WHO (Word Health Organization) pada tahun 2000 menerapkan konsep Health Promoting Shcool atau sekolah yang mempromosikan kesehatan. Konsep ini sejalan dengan pelaksanaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tahun 1984.
Tantangan seputar sektor air bersih, sanitasi dan higienitas sangat universal. Di seluruh dunia, 2.4 milyar orang akan hidup tanpa sanitasi yang layak pada tahun 2015. Air yang tidak bersih, sanitasi yang buruk dan higienitas yang tidak layak menyebabkan penyakit diare yang menyebabkan lebih dari 800.000 anak-anak balita meninggal setiap tahun. Indonesia menghadapi isu yang sama dengan akses yang terbatas kepada sumber-sumber air bersih yang layak dan sanitasi dasar. Karena beragamnya kondisi geografis dan akses yang terbatas terhadap sumber-sumber air bersih yang layak; memastikan akses ke air yang bersih dan aman, sanitasi dan higienitas yang layak adalah tantangan yang berat. Pulau Ende masih menghadapi kesulitan mendapatkan akses air bersih dan layak konsumsi, selain itu kondisi lingkungan yang mulai tercemar karena masalah sampah dan limbah yang penyalurannya tidak tepat menjadi tantangan tersendiri.
Berdasarkan penjabaran di atas Sekolah Dasar di Pulau Ende membutuhkan siswa-siswi yang mampu menjadi duta dalam hal promosi kesehatan dan sanitasi lingkungan. Pada saat ini belum terdapat suatu wadah yang menaungi program tersebut, tidak seperti di kota-kota atau daerah lain, dimana hampir tiap sekolah telah memiliki ‘dokter kecil’ maupun program sejenisnya. Oleh karena itu dibentuklah Duta Sanitasi dan Kesehatan tingkat Sekolah Dasar sebagai suatu wadah yang mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah.
Pelatihan Duta Sanitasi dan Kesehatan merupakan kegiatan yang dirancang oleh pencerah Nusantara dan Mercy Corps Indonesia yang bertujuan untuk mempromosikan kesehatan dan sanitasi yang baik di lingkup dasar, yaitu Sekolah Dasar. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak diantaranya Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, Puskesmas Achmad Yani, dan SD se-Kecamatan Pulau Ende. Peserta dari pelatihan ini adalah 5 orang siswa/SD dan 1 orang guru pendamping. Pelatihan berlangsung selama 2 hari, yaitu pada tanggal 25-26 Februari 2014. Pelatihan diadakan di dua tempat, yaitu di SDN Puutara dan SDI Rendomaupandi.
Kegiatan berlangsung sangat seru dan meriah, tanpa meninggalkan nilai esensial yang disampaikan. Siswa-siswi terlibat aktif dalam pelatihan, mereka dituntut tidak hanya sebagai pendengar tapi juga mampu memberikan pendapat dan dilatih untuk menyampaikan kembali materi yang telah diberikan. Dekorasi ruangan dibuat senyaman mungkin bagi anak-anak, dengan hiasan balon, pita warna-warni, dan poster-poster kesehatan.
Materi yang disampaikan mengenai kesehatan dasar dan sanitasi lingkungan yang baik.Materi hari pertama meliputi: pertolongan pertama pada pingsan, luka, kebersihan diri, mengukur tinggi dan berat badan, kesegaran tubuh, indikator PHBS di sekolah, sampah dan pengolahannya, air bersih, cuci tangan pakai sabun. Materi hari kedua meliputi : konsumsi jajanan sehat di kantin, pilar STBM, tidak merokok di sekolah, jamban bersih dan sehat, memberantas jentik nyamuk, dan cara membuat jebakan nyamuk. Pemateri mengemas materi dengan cara yang menarik, seperti dengan nyanyian, menggunakan permainan, meminta peserta memberikan pendapat, diskusi kelompok kecil, menggunakan property yang berwarna dan bergambar. System reward juga diterapkan dalam pelatihan ini, peserta yang terlibat aktif, berani memberikan pendapat, mempraktikkan kembali, diberikan hadiah berupa bintang yang pada akhir kegiatan akan diakumulasi jumlahnya.

???????????????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

simulasi siswa dalam penanganan luka ringan

Pada hari kedua juga dilakukan penyusunan rencana tindak lanjut oleh kepala sekolah dan guru pendamping. Selain itu siswa-siswi diminta menuliskan harapan mereka mengenai kesehatan dan sanitasi di sekolah yang akan menjadi salah satu rekomendasi dalam penyusunan rencana tindak lanjut. Dengan terbentuknya Duta Sanitasi dan Kesehatan diharapkan pesan-pesan kesehatan dan sanitasi dapat tersampaikan secara dini di lingkungan Sekolah Dasar.

???????????????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

simulasi pemicuan STOP BABS pada anak – anak.

 

???????????????????????????????

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktik singkat pembuatan alat penangkap nyamuk sederhana dan murah meriah

Nurdin Hasan, Pelita Nusantara Bidang Pendidikan dari Pulau Ende NTT dalam MDGs Award Tahun 2014

nurdinNurdin Hasan merupakan seorang kepala Madrasah Tsanawiyah Swasta Nurul Ummah di Kec. Pulau Ende. Kiprah beliau di bidang pendidikan dimulai sejak tahun 1992 dengan menjadi guru sukarela di MIN Kab. Ende. Tahun 2007 beliau dipindahkan ke Pulau Ende sebagai guru di SDN Ekoreko Pulau Ende. Melihat kondisi masyarakat Pulau Ende khususnya di bidang pendidikan, beliau merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat, salah satunya dengan menginisiasi pendirian SMP Satap Ekoreko, dimana saat itu di Pulau Ende baru memiliki satu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Peran serta beliau dalam pendirian SMP Satap Ekoreko adalah sebagai sekretaris program.
Nurdin merupakan seorang lulusan madrasah. Beliau berniat membangun Madrasah Tsanawiyah di Pulau Ende dilatarbelakangi kecintaan beliau terhadap madrasah dan kondisi masyarakat Pulau Ende yang memerlukan pendidikan Agama Islam pada jenjang lanjutan. Selain alasan di atas, beliau juga menampung kekecewaan masyarakat yang telah dua kali dijanjikan oleh pihak tertentu untuk pembangunan Madrasah Tsanawiyah di wilayah Pulau Ende tetapi belum terpenuhi.
Nurdin merancang pendirian MTs Nurul Ummah secara mandiri. Setelah konsep pembangunan selesai, beliau melakukan konsultasi dengan berbagai pihak yaitu Notaris, Kecamatan Pulau Ende, serta guru MIS pada saat itu. Pendanaan pembangunan MTs pada awalnya menggunakan dana pribadi Nurdin. Setelah melakukan advokasi ke berbagai pihak didapatkan bantuan dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), Lembaga Manajemen Infaq (LMI) serta Kementerian Agama.
Dalam pendirian MTs Nurul Ummah, Nurdin banyak mengalami tantangan dan berbagai hambatan, diantaranya pada tahun ajaran pertama sangat sulit mencari siswa baru yang akan bersekolah di MTs Nurul Ummah karena ketidakpercayaan orang tua terhadap sekolah yang baru berdiri. Menghadapi hal itu, beliau bersama Kepala MIS Nurul Ummah mencari calon siswa dengan cara ’door to door’ untuk meyakinkan orang tua terhadap MTs Nurul Ummah. Dari pencarian siswa tersebut, terkumpulah 22 orang siswa yang bersedia sekolah di MTs Nurul Ummah. Sehingga pada tahun 2009 MTs Nurul Ummah secara resmi melangsungkan kegiatan belajar mengajar. Hambatan berikutnya yaitu sulitnya memperoleh tenaga guru yang bersedia mengajar di MTs sehingga beliau sempat mengajar semua mata pelajaran di awal berdirinya MTs. Seiring berjalannya waktu, diperoleh bantuan guru dari MIS Nurul Ummah dan SMP Satap Ekoreko, dan mulai terdapat beberapa orang yang mendaftar menjadu guru dan staf pegawai di MTs Nurul Ummah. Hingga saat ini, jumlah tenaga guru sebanyak 9 orang, serta 6 orang pegawai.
Nurdin menanamkan nilai-nilai positif di lingkungan MTs Nurul Ummah baik di kalangan guru maupun siswanya. Salah satu kebijakan beliau dalam penanaman nilai positif di kalangan guru adalah membuat peraturan tentang kedisiplinan dan sekolah tanpa asap rokok. MTs merupakan sekolah pertama yang menyatakan dukungan terhadap program Pencerah Nusantara terkait Kawasan Tanpa Rokok, dan ikut mempromosikan hal tersebut ke masyarakat Pulau Ende secara umum (melalui pertemuan orang tua siswa).
Nurdin membentuk siswa MTs tidak hanya unggul dalam akademis melainkan juga memiliki akhlak yang baik dan soft skill yang mumpuni. Beberapa kegiatan yang dilakukan MTs yang berbeda dari SMP lain diantaranya adanya diskusi antar siswa sebelum jam pelajaran dimulai. Selain itu, MTs telah membutktikan prestasinya di tingkat kabupaten dengan memperoleh NEM Tertinggi tingkat MTs se-Kabupaten Ende. Dalam hal ekstrakurikuler, ada satu kegiatan ekstrakurikuler yang berbeda dengan sekolah lain yaitu drum band. Drum band yang dilatih langsung oleh Nurdin merupakan satu-satunya drum band di Pulau Ende.
Selain berkiprah di bidang pendidikan formal, kontribusi Nurdin pada masyarakat tidak diragukan lagi. Beberapa hal yang beliau lakukan diantaranya membentuk pengajian Bahrul Ilmi Pulau Ende, Madrasah Diniyah Ekoreko, dan komunitas Hubul Masjid (cinta masjid) di kalangan siswa MTs. Sebelumnya beliau pernah membentuk Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di kabupaten Ende yang dinilai berhasil, hal ini dilihat dari santri yang mengikuti TPA berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Ende. TPA berdiri di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas beragama Katholik, tetapi Nurdin mampu mengembangkan TPA dengan tidak melanggar nilai-nilai toleransi. Sejak saat itu beliau mendapat julukan Singa Tidur. TPA ini juga berhasil menerbangkan Nurdin ke Bogor untuk bertemu Presiden RI ke-3 (Bapak BJ. Habibie).
Kegiatan pengajian Bahrul Ilmi dilakukan seminggu sekali, yaitu pada hari Rabu, dimana pembahasannya tidak hanya tentang agama tetapi juga tentang aspek kehidupan lainnya yaitu kesehatan, ekonomi, dan sosial. Dalam diskusi tentang kesehatan, beliau mengajak Tim Pencerah Nusantara untuk terlibat dalam pengajian ini. Pengajian ini juga sedang merintis pembentukan Baitul Mal (koperasi sederhana) bagi anggotanya.
Melihat dari perjalanan dan hal-hal yang telah dilakukan oleh Nurdin dalam menanamkan nilai toleransi dan pendidikan berkualitas di Pulau Ende, maka pada tahun 2014 Nurdin memperoleh penghargaan sebagai Pelita Nusantara Bidang Pendidikan dalam MDGs Award.